kota cantik pendikan

 

Resume DATA

460 sekolah kota

desain-gedung-sekolah-minimalis-dan-sederhana-bmp

6197 Guru

img1.jpg

59645 Siswa

kolk

kota pendidikan palangka raya.  Dari sudut pandang dan asumsi saya pribadi pendidikan di kota palangka raya belum cukup baik dibandingkan kota-kota lainnya.SD, SMP, SMA Negeri dan bahkan perguruan tinggi sekali pun dikota ini masi banyak terjadi kecurangaan,pungli ( pungutan liar) tanpa dasar yang jelas. Pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Dasar menyatakan: Satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.. Akan tetapi pendidikan dikota ini tergolong sukses menutupi  kekurangan internal sekolah, kemajuan tidak merata kuantitas ratusan kualitas cumah puluhan kenap  itu bisa retjadi, orang-orang yang berada yang bisa menikmati cangihnya media teknologi  terbaru sekarang, orang yang tidak mampu cuman bisa berharap “kami kapan seperti merika”.

bantuan operasional sekolah (bos) tersendat  pendidik cuman bisa menerapkan metode CSBK ( catat buku sampai habis) tanpa penjelasan maksut dan tujuan yang di sampaikan oleh kutipan buku itu.

 

 

Iklan

BIOGRAFI journey my life

               Lahir 02 desember 1994 dihari pagi jum’ad dengan normal. Saya tingal disebuah desa Keban agung III kecamatan kedurang jau kata keramaian dan bising bunyi kendaraan yang ada bunyi simpay, tumbuh besar dari bimbingan orang tua yang menyayangi anak anaknya. Aku anak ke 4 dari 5 bersaudara dari keluarga yang kurang berkecukupan jau kata mampu. Aku mulai sekolah SD  thn 2002 umur 7 tahun thn 2008 lulus SD. Di thn yang sama aku masuk SMPN 8 Bengkulu Selatan, dalam pendikan ini suda banyak halangan rintangan yang dihadapi baik uang sekolah pakayan seragam biaya yang lainya. Kenapa karna kakak dan adek uda sekolah semua kakk  2 orang  uda SMA adik masuk SD sedangkan penghasilan bak sama mak itu pas buat kebutuhan dapur. tapi yang namanya KOLOK AJE “pangilan sehari2” tidak muda menyerah. Dari aku masih sd suda diajarkan namanya cari duit sendiri, aku habis pulang sekolah kekebun panen yang bisa dipanen engak ada punya kita punya tetanga juga bisa yang penting ada dipanin dan bawah hasil.

               DI tahun 2011 aku masuk SMAN 4 B/S orang tua lebih sakit lagi kk masuk kulia di IAIN Bengkulu tapi aku suda ada pekerjaan tetap ikut bos bawa mobil setahun jadi kernek 2 tahun  aku jadi bos bos kerneknya. Uda masuk kelas XII terpikir mau kemana kulia apa tetap jadi kernet. Awal tahun 2014 ada guru nawarin mau daftar kulia secara onlen caba2 lah aku daftar, kalau lulus, kulia kalau tidak, balik kerja lama jadi bos. April 2014 kami ujan nasional akhir mei pengumuman SMA lulus daftar kulia onlen lulus juga. Kebetulan yang aku ambil tempat perkulia yang jau dari mak otomatis mak belum ngasih restu karna jau susa pulang kampung  ” katanya” . uda ketauan lulus kulia dimana baru aku cari biaya keberangkatan dan uang masuk dulu.

                     Habis kelulusan aku merantau ke PT Ocah Julang Permata di bengkulu utara mau  cari modal untuk  berangkat,  kerja selama 3 bulan  uang terkumpul hampir 3 jtan mintak restu lagi dengan mak bak direstui kasih bekal nasehat. Di tgal 21 juli 2014 aku terbang bengkulu-kalimantan  “dalam hati” good bye kedurang gilame aku ngke pacak balik agi ngguk sarjanah” . bersambung!!!!!!!!

peran guru dalam membatu ujian nasional

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

  • Latar Belakang Masalah

 

Peran guru dalam pembelajaran adalah pendidik, model, dan pengajar dan pembimbing. Keberhasilan pembelajaran diukur berdasarkan pada ketercapaian kompetensi yang ditetapkan sejak awal kegiatan pembelajaran. Guru dan siswa harus bekerja sama sedemikian rupa, saling mendukung sehingga memungkinkan tercapainya kompetensi yang ditetapkan. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar diperlukan langkah-langkah agar tujuan yang ditetapkan dapat dicapai. Unsur yang amat penting dalam suatu proses belajar-mengajar adalah metode mengajar dan media pengajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan.

Di tengah kontoversi ujian nasional, ada yang lebih penting yang mesti dilakukan para guru, yaitu mendidik anak-anak agar mental, etos belajar, dan kerja  keras.  Ujian  nasional  penentu  kelulusan  boleh saja  tidak  sepakat,  tapi  sebagai  guru  harus  tetap  menjadikan  momen  ini  tidak berlalu  sia-sia  sudah saatnya  berupaya  membentuk  kultur  sekolah  yang  memiliki  komitmen  untuk memelihara  nilai-nilai  unggul  (living  values)  yang menjadi  spirit,  acuan,  dan ilmu   kehidupan   bagi   guru,   murid,   maupun   karyawan   sekolah.   Sebuah komunitas sekolah seharusnya merupakan learning society yang setia menjaga dan  menghidupkan    nilai-nilai    unggul    dalam    kehidupan sehari-hari. Masyarakat berharap, sekolah dapat menjadi lembaga katalisator yang mampu memfasilitasi  siswa  menemukan  dan  mengembangkan  bakat  dan  minatnya dengan disertai nilai-nilai moral yang luhur.

Stres,  tegang,  gelisah,  panik,  khawatir  dan  takut  menghadapi  ujian merupakan gejala psikologis yang kerap mendominasi hati dan pikiran. Tidak sedikit  pula  yang  bersikap  sebaliknya,  terlihat  acuh  tak  acuh  dan  dibawa santai.  Sindroma  menjelang  ujian,  tentu  perlu  dicermati  dan  diatasi  secara tepat,  baik  oleh  diri  siswa  sendiri,  orang  tua  maupun  guru.  Dalam  kondisi tertentu,  sindrom  UN  tersebut  kerap  mengganggu  kesehatan.  Ada  yang  jadi gampang  sakit,  terlihat  lesu  dan  sulit  berkonsentrasi  ketika  belajar.  “Takut tidak lulus”, adalah hal yang normal bagi setiap siswa dan paling membebani mental para siswa.  Upaya   mengatasi   dan   meminimalisasi Sindroma   UN   memerlukan upaya  persiapan  dan  dukungan  integral  dari  aspek  material,  moral,  mental, psikologis,  spiritual,  intelektual  dan  emosional  yang  dilakukan  semua  pihak terkait,  terutama  pemerintah  sebagai  penyelenggara. Munculnya  sindroma yang    berulang   dari   tahun   ke   tahun   adalah   sebuah   realita   bahwa   UN membebani banyak siswa, bahkan para guru juga orang tua siswa.

Masalah pada penelitian ini yaitu bagaimanakah peran guru sebagai pendidik siswa yang menghadapi ujian nasional, bagaimanakah peran guru sebagai model untuk siswa yang menghadapi ujian nasional dan bagaimanakah peran guru sebagai pengajar dan pembimbing siswa yang menghadapi ujian nasional. Kiranya,   momentum   ujian   nasional   masih   bisa   dijadikan   sebagai wahana  untuk  menyiapkan  mental  siswa  agar  mereka  memiliki  kesiapan  dan kesanggupan    menghadapi    ujian,    baik    ujian    nasional    maupun    ujian kehidupannya.  Penilaian   hasil   belajar   oleh   pemerintah   bertujuan   untuk   menilai pencapaian  kompetensi  lulusan  secara  nasional  pada mata  pelajaran  tertentu dalam   kelompok   mata   pelajaran   ilmu   pengetahuan   dan teknologi,   dan dilakukan  dalam  bentuk  ujian  nasional.  Ujian  Nasional  merupakan  kebijakan pemerintah   dalam   bidang   pendidikan   untuk   menentukan  standar   mutu pendidikan.  Kebijkaan  ini  berkaitan  dengan  berbagai  aspek  yang  dinamis, seperti   budaya,   kondisi   sosial   ekonomi,   bahkan   politik   dan   keamanan, sehingga   akan   selalu  rentan  terhadap  perbedaan  dan kontroversi  sejalan dengan perkembangan masyarakat. Untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan  merupakan  komponen  utama  pendidikan.  Jika  hilang  salah  satu komponen, hilang pulalah  hakikat pendidikan. Guru adalah salah satu  komponen  terpenting  dalam  proses  belajar  mengajar  yang  ikut  berperan dalam  usaha  pembentukan  sumber  daya  manusia  yang  potensial  di  bidang pembangunan. Oleh karena itu, guru harus berperan aktif dalam menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.

Dari    permasalahan    diatas,    penulis    tertarik    untuk    mengadakan penelitian  tentang  “Peran  Guru   Dalam  Membantu Siswa  Kelas XII  Menghadapi Ujian Nasional Di SMA Negeri 4 Palangka Raya Kalimantan Tengah”.

 

 

 

 

 

 1.2. Rumusan   Masalah

 

1.2.1. Rumusan   Masalah Umum

 

Rumusan pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peran guru dalam membantu siswa menghadapi ujian nasional di SMA Negeri 4 Palangka Raya.

1.2.2. Sub-Sub Pokok Masalah

 

  1. a) Bagaimanakah peran guru sebagai pendidik siswa yang menghadapi ujian nasional.
  2. b) Bagaimanakah peran guru sebagai model untuk siswa yang menghadapi ujian nasional.
  3. c) Bagaimanakah peran guru sebagai pengajar dan pembimbing siswa yang menghadapi ujian nasional.

 

  • Tujuan Penelitian

 

1.3.1. Tujuan Penelitian Umum

 

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam membantu siswa menghadapi ujian nasional di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam membantu dan mengarahkan mekanisme pelaksanaan ujian nasional  dan pembimbing siswa menghadapi ujian nasional.

 

 

 

 

1.3.2. Tujuan Penelitian Khusus

 

Tujuan penelitian khusus ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam membantu siswa/I menghadapi ujian nasional:

  1. Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik siswa yang menghadapi ujian nasional.
  2. Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai model untuk siswa yang menghadapi ujian nasional.
  3. Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pengajar dan pembimbing siswa yang menghadapi ujian nasional.
    • Pembatasan Masalah

 

Masalah dalam penelitian ini dibuktikan sebagai berikut:

  1. Penelitian ini hanya akan meneliti tentang peran guru dalam membantu. siswa menghadapi ujian nasional di SMA Negeri 4 Palangka Raya.
  2. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negri 4 Palangka Raya bagai siswa kelas XII yang jumlah siswanya adalah 150 orang terdiri dari laki-laki perempuan.
    • Manfaat Penelitian

 

1.5.1. Manfaat Teoritis

            Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi khasana ilmu pengetahuan khususnya pada siswa/I kelas XII untuk lebih semangat menghadapi ujian nasional dan guru juga bisa bermanfaat untuk evaluasi kinerja sebagai pengajar dan pembimbing siswa.

1.5.2. Manfaat Praktis

Praktis penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:

  1. Sekolah karna adanya penelitian ini pihak sekolah mengevaluasi cara berkontribusi guru dengan siswa kelas XII SMA Negeri 4 Palangka Raya.
  2. Guru karna bisa mengetahu dimana kekurangan seorang guru dalam membantu ujian nasional.
  3. Siswa karna siswa bias menila apa yang diwacanakan oleh guru dalam pelaksanaan ujian nasional.
  4. Penelitian selanjutnya ialah dapat digunakan sebagai bahan acuan dan bahan pertimbangan bagi peneliti.

 

1.6. Definisi Istilah

Agar tidak menimbulkan salah arti dalam pemahaman beberapa konsep teori, maka penelitian mendiskripsikan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikuat.

  1. Peran adalah pola tingkah laku yang diharapkan dari seseorang yang memangku status atau kedudukan tertentu (Taneko, 1986: 23)
  2. Guru adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya. (Atmaka, 2004: 17)
  3. Ujian nasional adalah sistem evaluasi   standar   pendidikan satu daerah dengan daerah lain secara nasional. (Gultom 2000:20)

BAB 2

KAJIAN PUSTAKA

 

 

Pada bagian ini akan dijabarkan teori-teori yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu tentang bagaimanakah peran guru dalam membantu siswa/I menghadapi ujian nasional.

2.1. Peran Guru

 

2.1.1. Pengertian Peran Guru

Pengertian pran guru adalah sebagai pegawai dalam hubungan kedinasan, sebagai bawahan terhadap atasannya, sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejawat, sebagai mediator dalam hubungannya dengan anak didik, sebagai pengatur disiplin, evaluator dan pengganti orang tua. (Havighurst) Peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nsihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkahlaku serta nilai-nilai, oranag yang menguasai bahan yang di ajarkan. (Prey Katz) Peranan guru antara lain: menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencang dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. (James W. Brown)

2.1.2. Tugas Guru

Guru banyak memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupu yang di luar dinas,dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokkan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugasdalam bidang profesi,tugas kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagaiguru. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidangkependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan. Itulah sebabnya jenis profesi ini paling mudah terkena pencemaran.Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berartimeneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajak berarti meneruskan danmengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkanketerampilan-keterampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan disekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagaiorang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertamaadalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengakjarannya itu kepada para siswa. Para siswaakan enggan menghadapi guru yang tidak menarik. Pelajaran tidak dapat diserap sehingga setiaplapisan masyarakat (homo indens, homo puber, dan homo sapiens) dapat mengerti bilamenghadapi guru.Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat di lingkungannya karenadari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memeperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesiaseutuhnya yang berdasarkan pancasila.

 

 

2.1.3. Peran Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

 Perkembangan baru terhadap pandangan belajar-mengajar membawa konsekuensi kepadaguru untuk menigkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajar-mengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompetenakan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampumengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams & Decey dalam Basic Principles of StudentTheaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator dan konselor. Yang akan dikemukakan disini adalah peranan yang dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut.

  1. guru sebagai pendidik

pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

  1. guru sebagai model

Guru merupakan model dan teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya baik dari gaya bahasa guru dalam berbicara, gaya kebiasaan guru bekerja, sikap guru melalui pengalaman dan kesalahan yang dilakukan, pakaian yang menampakkan ekspresi seluruh kepribadian.

  1. guru sebagai pengajar dan pembimbing

memberi tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek mendidik, sebab tidak hanya berkenaan dengan pengetahuan, tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para siswa.

2.1.4. Fungsi Peran Guru

Fungsi pran guru sangat penting dalam dunia pendidikan sebagai berikut:

  1. Merencanakan tujuan belajar.
  2. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar.
  3. Memimpin, yang meliputi memberikan motivasi, mendorong, dan memberikan stimulus pada siswa.
  4. Mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.
  5. Menjadi pembantu ketika diperlukan Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar peserta didik, orang lain, dan lingkungannya.

 

2.1.5. Jenis-Jenis Peran Guru

  1. a) Peran Guru sebagai Pendidik.
  2. b) Peran Guru sebagai Motivator.
  3. c) Peran Guru sebagai Administrator.
  4. d) Peran Guru sebagai Inovator.
  5. e) Peran Guru sebagai Manajer.
  6. f) Peran Guru sebagai Fasilitator.

.

2.2. Pengertian Ujian Nasional

Ujian nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan di Indonesia. Ujian Nasional adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Selain itu sebagai sarana untuk memetakan mutu berbagai tingkatan pendidikan satu daerah dengan daerah lain. (Syawal Gultom)

Ujian Nasional adalah penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi. (Hari Setiadi)

 

2.2.1. Tujuan  Dan Fungsi Manfaat Ujian Nasional

UN merupakan amanah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Selain itu, UN diadakan dalam melaksanakan amanah PP 19/2015 yang direvisi menjadi PP 32/2014 dan PP 13/2015. UN sebagai sub-sistem penilaian dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi salah satu tolak ukur pencapaian SNP dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, seluruh siswa wajib mengikuti UN untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan siswa secara nasional. Beberapa manfaat UN (Ujian Nasional) tahun pelajaran 2015/2016, di antaranya hasil UN akan digunakan untuk:

  1. pemetaan mutu program pendidikan dan/atau satuan pendidikan,
  2. pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, dan
  3. dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan.

Terdapat juga beberapa manfaat UN bagi Pemerintah Daerah yang mana dengan adanya Ujian Nasional, maka Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan hasil UN tersebut untuk melakukan pemetaan pencapaian standar peserta didik, satuan pendidikan maupun wilayah. Pemetaan ini dapat digunakan untuk menyusun program pembinaan untuk satuan pendidikan dan wilayah.

2.2.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil UN

            Jika jumlahnya siswa yang tidak lulus sekolah akan dianggap yang tidak “bonafid”.Fair?  Para guru yang disalahkan pun pasti akan membela diri. Lantas siapa yang harus disalahkan. Kalau mau fair, tentu tidak mudah menentukan siapa yang salah. Karena sesungguhnya keberhasilan itu sangat dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan ke dalam dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

 

 

Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dalam diri siswa sendiri, seperti kecerdasan intelektual, kecemasan, kesiapan mental, bahkan kondisi fisik. Bagi siswa yang memiliki keterbatasan kecerdasan intelektual tentu akan mengalami kesulitan menghadapi soal-soal UN yang diperuntukkan mereka yang normal dan di atas normal, sekalipun batas kelulusan hanya 5,5. Sekuat apapun mereka berusaha dan menyiapkan diri, tetapi karena memang dasarnya kecerdasan mereka terbatas akan sulit berhasil dengan baik. Dengan kondisi seperti ini, apakah mereka pantas disalahkan atas kegagalannya lulus UN. Satu hal yang pasti dan patut kita sadari adalah bahwa tidak ada seorang pun mau memiliki keterbatasan kecerdasan intelektual ini. Semua orang pasti menginginkan memiliki kecerdasan yang luar biasa, minimal normal.

Faktor Eksternal

Yang dimaksud faktor eksternal adalah faktor-faktor yang ada di luar diri siswa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan siswa lulus ujian nasional, seperti lingkungan belajar di rumah atau sekolah, lingkungan fisik tempat ujian berlangsung, fasilitas/sarana dan prasarana yang dimiliki dan digunakan siswa, baik di rumah maupun di sekolah, situasi dan kondisi pada saat ujian berlangsung, dan juga masalah teknis berkenaan dengan cara mengisi lembar jawaban dan proses pemeriksaan lembar jawaban.

 

 

 

2.3. Penelitian Yang Relevan

Peneliti yang relevan di ambil dari skripsi M. ARGOTORO, pada tahun 2010 yang berjudul “Pengembangan  Metode   Guru   dalam membantu  Siswa  Kelas  XII Menghadapi  Ujian  Nasional  di SMA Negeri 61 Surabaya ”. MUHAMAD ARGOTORO, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Latar  belakang  penelitian  ini  adalah  bahwa  dalam  mempersiapkan  mental siswa  diantaranya  adalah  sekolah  harus  mampu  meluluskan  siswanya  dengan persentase yang tinggi. Tuntutan kelulusan siswa yang tinggi mendorong sekolah untuk melakukan berbagai upaya untuk mencapainya. Ketidaklulusan siswa dalam ujian  nasional  bisa  saja  bukan  karena  faktor  ketidakmampuan  siswa  dalam menguasai  materi  pelajaran,  tetapi  hal  tersebut  bisa  disebabkan  karena  kondisi fisik  siswa  atau  kelelahan  mental,  strees  pada  saat mengerjakan  ujian  ataupun kesalahan   pengukuran   yang   sering   terjadi   pada   setiap   tes.   Kebijakan   yang diterapkan kepala sekolah, yaitu memberikan peran kepada guru untuk ikut serta   dalam   membantu.   Penelitian ini   bertujuan   untuk mengetahuai dan mendeskripsikan peran guru dalam memersiapkan mental siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan mengambil lokasi di SMA Negeri 61 Surabaya.   Pengumpulan   data   dilakukan   dengan angket.  Analisis  data  yang  digunakan yaitu  analisis  deduktif, yaitu menganalisis data yang umum kemudian ditarik kesimpulan yang khusus. Hasil   penelitain   menunjukan   bahwa   peran   guru   dalam   ujian nasional   sangat   penting   yaitu   untuk   mempersiapkan   mental   siswa   ataupun meminimalisir  rasa  stres  yang  siswa  alami  baik  sebelum  atau  sesudah  ujian dilaksanakan.  Dalam  hal  ini  guru yaitu,  sebagai pembimbing motivator. Perannya   sebagai   motivator   yaitu   diberikan   ketika   pembelajaran berlangsung.

Hasil  peran  guru  dalam  mempersiapkan  siswanya  dalam  menghadapi  ujian nasional adalah siswa mempunyai kesiapan mental yang kuat pada sebelum ujian, dan saat  ujian  ataupun  sesudah  ujian.  Meningkatnya  tingkat  kelulusan  dari  tahun ketahun dan tidak adanya siswa yang mengalami stres, ketakutan, trauma bahkan tidak  ada  siswa  yang  sampai  melakukan  hal-hal  yang berlebihan  (mengakhiri hidupnya).

Penelitian yang relevan kedua diambil dari skripsi SUKRI ANTO pada tahun 23 mie 2012 yang berjudul “Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa)

Latar belakang penelitian ini adalah Guru efektif akan berbeda dengan guru biasa. Guru efektif akan memberikan sentuhan yang relative tepat sasaran dan lebih berorientasi membangun motivasi. Inilah yang membedakan guruefektif dengan guru biasa yang sekedar mengajar dan memberikan materi sesuai dengan kurikulum tanpa diiringi penerapan fungsi-fungsi personalitas guru itu sendiri. Sering kali guru mengabaikan akan hal itu padahal memotivasi siswa itu penting untuk menunjang keberhasilan dalam belajar siswa dengan begitu mereka merasa dianggap ada dan ikut serta dalam proses belajar. Dan yang perlu kita ketahui ada 2 sifat motivasi, yaitu : motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik yang mempengaruhi tingkah laku seseorang, guru bertanggung jawab supaya pembelajaran berhasil dengan baik, dan oleh karenanya guru berkewajiban membangkitkan motivasi ekstrinsik  pada peserta didiknya. Diharapkan lambat laun timbul kesadaran sendiri untuk melakukan kegiatan belajar dan guru berupaya mendorong dan merangsang agar tumbuh motivasi sendiri pada diri peserta didik. Dalam motivasi ada teori motivasi yang menjadi landasan untuk mengetahui tingkah laku seseorang salah satunya, yaitu : Frued, seseorang tokoh psikoanalitis yang sangat tersohor dalam teori psikoanalisis, mengatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh dua ketetuan dasar,yaitu : insting kehidupan dan insting kematian. Insting kehidupan menapakkan diri dalam tingkah laku seksual, sedangkan insting kematian melatar belakangi tingkah laku- tingkah laku agresif. Teori kognitif menurut pandangan filsuf kuno sepert Pluto, Aristoteles bahwa tingkahlaku tidak digerakkan oleh apa yang disebut motivasi, melainkan oleh rasio. Dalam teori ini sangat mempengaruhi terhadap tingkah laku atau motif. Motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan,keinginan, dorongan atau implus. Motivasi seseorang tergantung kepada kekuatan motifnya.

Motivasi dipandang sebagai suatu proses pengetahuan tentang proses ini dapat membantu guru menjelaskan tingkah laku yang diamati dan meramalkan tingkah laku orang lain.

 

 

 

 

 

BAB 3

METODE PENELITIAN

 

 

3.1. Pendekatan Dan Jenis Penelitian

 

Pendekatan kuantitatif

Pendekatan penelitian  ini memngunakan pendekatan kuantitatif. Pendekaran kuantitatif adalah kuantitatif adalah pendekatan ilmiah yang memandang suatu realitas itu dapat diklasifikasikan,konkrit,teramati dan terukur,hubungan variabelnya bersifat sebab akibat dimana data penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan statistik. (Sugiono 2008)

penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Kasiram (2008: 149)

 

Jenis Penelitian deskripti

Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang dimaksudkan untuk menemukan dan mengembangkan teori, sehingga hasil atau produk penelitiannya dafat menjelaskan kenapa atau  mengapa terjadi gejala atau kenyataan sosial tertentu.

Metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Nazir (1988: 63)

Metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Sugiyono (2005: 21)

Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepa. Whitney (1960: 160)

3.2. Rancangan Penelitian

  1. Tujuan penelitian

Bertujuan untuk bagaimana peran guru dalam membantu siswa menhadapi ujian nasional.

  1. b) Pemilihan alat dan bahan

Alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data

pada penelitian adalah kuesioner. Kuesioner adalah lembar yang berisi sebuah

pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap responden.

  1. c) Menetapkan variable

“peran guru dalam membantu siswa menghadapi ujian nasional”

  1. d) Menentukan langka kerja

Pada tanggal, 23 mie 2016 di SMA Negeri 4 Palangka Raya peneliti mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa seperti: intrumen pertanyan, buku, dan polpen untuk memudakan pengambilan data.

  1. e) Menetapkan cara menganalisis data

Analisis data yang dilakukan merupakan analisis data berupa angket.

 

3.3. Populasi Dan Sampel

 

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sugiyono (2007 : 57) populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orang atau bendanya.  Nazir (1983 : 372) populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif daripada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap. Nawawi (1985 :141)

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMA Negeri 4 Palangka Raya yang berjumlah laki-laki 75 dan perempuan 75 jumlah keseluruhan 150 siswa/I,  pengembangan populasi sebagai berikut:

Tabel 1 populasi penelitian

no kelas siswa   jumlah
  P L
1 XII 1 18 12 30
2 XII 2 16 14 30
3 XII 3 15 15 30
4 XII4 12 18 30
5 XII5 10 20 30
Jumlah 71 79 150

 

 

Sampel

Sampel dalam  penelitian ini  diambil dengan mengunakan teknik  simple romdom  sampling. Tektik simple romdom samling  adalah wilaya generalisasi yang  terdiri dari objek  atau subjek yang akan menjadi  kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh  penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (buchari, 2009 : 54)

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. (Sugiyono (2008: 118)

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel. Arikunto (2006: 131)

Peneliti mengambil sampel cara mengundi  nama-nama  siswa sebagai berikut

Table 2 sampel penelitian

 

no kelas jumlah
1 XII 1 30
2 XII 2 30
3 XII 3 30
4 XII 4 30
5 XII 5 30
  Jumlah 150

 

3.4. Instrumen Penelitian

 

Sub-sub pokok masalah Informasi

 

Pertanyaan Instrument
Guru sebagai pendidik teladan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembangun kemauan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pengarah

1)      Apakah guru kalian itu lebih disiplin dan sikap yang patut dicontoh?

2)      Apakah kalian bisa  meniru sikap baik guru kalian yang teladan?

3)      Apakah perilaku seorang guru bersikap teladan dan santu kepada siswa?

 

 

1)      Apakah guru kalian memberikan semangat  belajar tanpa kalian sadari?

2)      Apakah tanpa disuru dengan guru kalian, kalian akan ada inisiatif untuk belajar dirumah?

3)      Apakah kalian ingin lebih giat belajar kalau ada imbalan disekolah?

 

1)      Apakah kalian bisa menerima pengarahan kebaikan dari guru kalian?

2)      Apakah disaat guru kalian memberikan pengarhan kalian mendengarkan dengan baik dan menyimak guru kalian didepan?

3)       Apakah kalian bisa  menjalankan tugas yang diberikan oleh guru kalian

Angket

 

Angket

 

 

Angket

 

 

 

 

Angket

 

 

Angket

 

 

 

Angket

 

 

 

Angket

 

 

Angket

 

 

 

 

 

Angket

Guru sebagai model Memberikan contoh yang baik terhadap siswa/i 1)      Apakah guru kalian bisa memberikan contoh tauladan terhadap siswa/I yang lain?

 

2)      Apakah guru itu rajin masuk sekolah?

 

3)      Apakah guru itu perna melakukan tidak baik?

 

 

Angket

 

 

 

 

Angket

 

 

Angket

Guru sebagai pengajar dan pembimbing Mengumpulkan data tentang kebaikan atau keburukan siswa/I

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus

1)      Apakah guru kalian  menindak siswa yang telah melampaui batas?

2)      Apakah sangsi berat yang diberikan guru kalian berefek kepada kalian?

3)      Apakah yang dilakukan guru kalian itu bisa kalian terima untuk perubahan?

 

 

 

1)      Apakah kalian dipangil guru kalau kelihatan ngak masukan baju kedalam?

2)      Apakah guru kalian memberikan hukuman kalau kalian melangar peraturan disekolah?

3)      Apakah kalian sering ditegor oleh guru kalian kalau melangar peeraturan disekolah?

 

1)      Apakah guru kalian  sering membatu siswa/I yang lagi kesulitan dalam memecakan materi?

2)      Apakah para guru kalian memperhatikan metode kalian belajar?

3)      Apakah guru kalian bisa didatangin kerumah untuk  kalian belajar bersama ?

Angket

 

 

Angket

 

 

Angket

 

 

 

 

 

Angket

 

 

Angket

 

 

 

Angket

 

 

 

 

Angket

 

 

 

Angket

 

 

Angket

 

 

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data ini penelitian menggunakan angket. Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respon (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Riduwan (2005, h71)

Quesioner  atau angket adalah daftar pertanyaan yang dibuat berdasarkan indikator-indikator dari variabel penelitian yang harus direspon oleh responden. Widodo (2004, h49)

Angket atau kuesioner adalah daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab di bawah pengawasan peneliti. Nasution (2004, h128)

 

3.6. Teknik Analisis Data

Metode analisis data pada penelitian ini mengunakan rumus persentase/ chisquare. Chi Square adalah salah satu jenis uji komparatif non parametris yang dilakukan pada dua variabel, di mana skala data kedua variabel adalah nominal. Apabila dari 2 variabel, ada 1 variabel dengan skala nominal maka dilakukan uji chi square dengan merujuk bahwa harus digunakan uji pada derajat yang terendah.

2

Rumus  chisquare

=

E

Keterangan dari rumus chisquare diatas sebagai berikut:

O= frekuensi hasil observasi

E= frekuensi yang diharapkan

Df= k-1 (k adalah jumlah kategori nominal pengukuran data

DAPTAR PUSTAKA

 

 

HAVIGHURST, 1985. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Surabaya : Sinar Wijaya

SUGIONO, 2008. Metode Penelitian. Bandung. Alfabeta

KASIRAM. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta :Rajawali Press.

NAZIR, 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

SUGIYONO, 2005. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: CV.

WHITNEY, 1960, The Elements of Resert.Asian Eds. Osaka: Overseas Book Co

SUGIYONO. 2007.  Metode Penelitian. . Bandung

Alfabeta

NAZIR, 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

NAWAWI, 1985. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

BUCHARI, 2009. Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa. Bandung. Alfabeta

SUGIYONO, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung

Alfabeta

ARIKUNTO, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta.

RINEKA CIPTA

RIDUWAN, 2005. Rumus Dan Data Dalam Aplikasi Statistika, Bandung:

ALFABETA

WIDODO, 2004.  Psikologi Belajar. Jakarta. Rinika cipta

NASUTION, 2004. Manajemen Jasa Terpadu. Jakarta: PT Ghalia Indonesia

GULTOM, 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT

Remaja Rosdakarya.

TANEKO, 1986. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta. Balai pustaka

 ATMAKA, 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta. PT. Rineka Cipta

JAMES W. BROWN, 1985.

SYAWAL GULTOM

HARI SETIADI

 

 

 

riwayat hidup

Daftar riwayat hidup

Nama Lengkap                 : Pibi syahputra

Tempat,Tanggal Lahir     : Palak siring, 08 februari 1994

Domisili:                            : Jl. Paus induk palangkaraya

Jenis Kelamin                    : Laki-Laki

Agama                               : Islam

Status                                : Belum Menikah

Tinggi/Berat Badan         : 170cm/53kg

Telepon                            : 082185935091

RIWAYAT PENDIDIKAN

(2007) Lulus MIN palak siring Bengkulu selatan

(2010) Lulus SMPN 08 Bengkulu selatan

(2013) Lulus SMA PGRI Bengkulu selatan

Demikian surat daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya sebagai bahan referensi dan pertimbangan Bapak/Ibu. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

 

 

 

 

Harmat saya

 

Pibi syahputra

Dampak Teknologi Informasi Bagi Organisasi, Individu, dan Masyarakat

 Makalah

Dampak Teknologi Informasi Bagi Organisasi,

Individu, dan Masyarakat

Oleh :

                                                              DISMAN SUSANTO                                                                                                                           AFD 11 4 003

 

11221344_704828862984192_5492966433008709883_n

 

 

 

                                                          UNIVERSITAS PALANGKARAYA                                                                                               FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN                                                                               PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN                                                        2015

 

 

KATA PENGATAR

 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang dampak teknologi dan informasi badi organisasi individu dan masarakat.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang dampak teknologi dan informasi badi organisasi individu dan masarakat dafad bermanfaat untuk masyarakan maupun inpirasi terhadap pembaca.

Palangkarya,11 november 2015

 

Disman susanto

 

Daftar isi

Kata Pengantar…………………………………………………………….………………….
Daftar isi…………………………………………………………………………….………….
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………………
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………..………
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………..………….
1.3 Tujuan………………………………………………………………………………………
1.4 Sistematika Penulisan……………………………………………………………………..
BAB II. Pembahasan…………………………………………………………………………..
2.1 Pengertian Teknologi Informasi dan SI ………………………………………..……………
2.2 Peranan Teknologi Informasi dan SI…………………………………………………………………….    2.3 Dampak Teknologi Informasi………………………………………………………………………..               2.4 Dampak Positif TI pada Organisasi ……………………………………………………                           2.5 Dampak Negatif TI pada Organisasi (five forcemodel)……………………………………………….
BAB III. PENUTUP…………………………………………………………………………………………………….
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini teknologi informasi dan sistem informasi berkembang sangat pesat. Teknologi informasi semakin canggih dan dapat diandalkan untuk mendukung berbagai aktivitas, baik secara organisasi, individu dan juga sosial. Peran aplikasi teknologi informasi saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan, sekaligus menjadi tempat bergantung para penggunanya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Penggunaan teknologi informasi, termasuk Web, telah membawa banyak perubahan organisasional dalam berbagai area seperti struktur, otoritas, kekuatan, tugas dalam pekerjaan, jenjang karier karyawan, supervisi, serta pekerjaan manager. Teknologi informasi menimbulkan berbagai dampak pada individu dalam pekerjaannya. Teknologi informasi telah menguntungkan untuk menganani masalah manusia dan sosial.

Perkembangan Teknologi Informasi khususnya internet yang berkembang pesat, mengubah pola penggunaan internet dari sebuah alat bantu menjadi gaya hidup (life style) dilingkungan masyarakat. Kemudahan akses jaringan internet dengan bantuan piranti elektronik yang mendukung seperti smartphone dan ipad turut mendukung evolusi pola penggunaan teknologi informasi pada masyarakat.

Yang perlu menjadi catatan besar disini adalah, apalah teknologi informasi hanya memiliki pengaruh positif?

Pada kenyataannya, selain berbagai hal positif yang dapat diambil dengan memanfaatkan teknologi informasi, terdapat pula berbagai dampak negatif yang terjadi. Teknologi informasi yang merambah seluruh kalangan dalam masyarakat mengharuskan diperlukannya kontrol yang tepat agar teknologi informasi dapat dipergunakan dalam koridor yang seharusnya. Dalam dunia maya, isu permasalahan kejahatan (cybercrime) juga turut mendapatkan perhatian besar. Kasus kejahatan seperti pembajakan software secara ilegal, sampai dengan permasalahan kesehatan yang menjadi efek negatif dari teknologi informasi. Dalam dunia maya, tindakan kriminal dapat dilakukan secara cepat tanpa melalui kontak fisik dengan korbannya. Kasus kecanduan internet khususnya pada generasi muda juga dilaporkan semakin meningkat.

Makalah ini akan mencoba membahas pengaruh teknologi informasi pada organisasi, individu, dan masyarakat. Sehingga diharapkan pembaca akan mendapatkan gambaran komprehensif manfaat positif maupun negatif dari implementasi penggunaan teknologi informasi khususnya internet.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud teknologi informasi dan sistem informasi ?
  2. Bagaimana peranan teknologi informasi dan sistem informasi ?
  3. Apa dampak teknologi informasi pada tingkat organisasi, individu dan sosial ?
  4. Bagaimana menganalisis dampak positif teknologi informasi pada tingkat organisasi melalui Model Porter (Five Force Model) ?
  5. Bagaimana menganalisis dampak negatif teknologi informasi pada tingkat organisasi melalui Model Porter (Five Force Model) ?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dalam penyusunan dan pembuatan makalah ini adalah:

1.3.1 Tujuan umum :

  1. Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi dan sistem informasi.
  2. Untuk memahami peranan teknologi informasi dan sistem informasi.
  3. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh teknologi informasi pada organisasi, individu dan sosial.

1.3.2 Tujuan khusus:

  1. Untuk melengkapi tugas terstruktur dalam mata kuliah Teknologi Informasi untuk Bisnis.
  2. Untuk memahami lebih rinci dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh teknologi informasi pada tingkat organisasi melalui Model Porter (Five Force Model).

1.4 Sistematika Penulisan

Bab IPendahuluan :

Dalam pendahulan, terdapat latar belakang teknologi informasi, rumusan masalah, dan juga

tujuan penyusunan dan pembuatan makalah ini.

Bab II Pembahasan :

Dalam pembahasan, kami membahas pengertian dan peranan teknologi informasi dan SI.

Kami juga menjelaskan dampak TI pada tingkat organisasi, individu dan sosial, kami sertakan

juga analisis melalui pendekatan Model Porter.

Bab IIIPenutup :

Dalam bagian penutup, kami memberikan kesimpulan atas pembahasan pada makalah kami.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Teknologi Informasi dan SI

Secara umum, menurut Turban (2005:3) teknologi informasi adalah kumpulan sumber daya informasi perusahaan, para penggunanya, serta manajemen yang menjalankannya, meliputi infrastruktur TI dan semua sistem informasi lainnya dalam perusahaan. TI mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, memgambil, memanipulasi, atau menampilkan data untuk menghasilkan informasi yang berkualitas dan kemudian informasi disebarkan untuk tujuan tertentu, Alter (1992).

Menurut Alter (1992), sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi

2.2 Peranan Teknologi Informasi dan SI

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan terhadap teknologi informasi dan sistem informasi semakin meningkat. Perkembangan teknologi informasi dan sistem informasi ini telah mengubah pola ekonomi, pola hidup dan juga cara melakukan bisnis secara signifikan. Teknologi Informasi di dalam kontribusinya memberikan dukungan kepada berbagai sektor kehidupan masyarakat berupa peningkatan efisiensi serta produktivitas. Saat teknologi informasi semakin dibutuhkan, maka teknologi informasi akan semakin berperan.

Pada umumnya peran teknologi informasi di dalam organisasi difokuskan pada persoalan teknis seperti bagaimana memperbaiki kinerja operasional, atau bagaimana teknologi informasi digunakan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.

Beberapa peranan teknologi informasi, menurut Abdul Kadir, antara lain:

  1. Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  2. Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.
  3. Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

Beberapa peranan sistem informasi, menurut Alter (1992), antara lain :

  1. Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas (otomasi).
  2. Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem
  3. Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
  4. Mengintegrasikan subsistem-subsistem

2.3 Dampak Teknologi Informasi

Dampak teknologi bagi individu, organisasi dan masyarakat (sosial) tidak dirasakan sebagai hal yang baru. Kini kita telah banyak mengetahui dan merasakan kelebihan dan kekurangan penggunaan teknologi informasi. Di bagian ini akan dilihat bagimana TI memberikan pengaruh. Dampak-dampak yang akan dijelaskan berikut ini lebih mengarah pada dampak dari software teknologi informasi.

  1. i) Dampak TI pada organisasi

Penggunaan teknologi informasi, termasuk Web, telah membawa banyak perubahan organisasional dalam berbagai area, antara lain:

  1. Struktur organisasi, otoritas, kekuatan

TI memungkinkan peningkatan produktivitas para manajer, perluasan pengendalian (banyak karyawan untuk tiap supervisor), dan pengurangan jumlah manajer serta tenaga ahli. Maka akan semakin sedikit tingkat manajerial yang akan ada dalam banyak perusahaan, dan akan makin sedikit pula staf manajer operasi. Hierarki organisasional yang lebih datar akan menghasilkan pengurangan dalam jumlah total karyawan, rekayasa ulang proses bisnis, peningkatan produktivitas karyawan, dan kemampuan karyawan di tingkat yang lebih rendah untuk melakukan pekerjaan di tingkat yang lebih tinggi melalui dukungan sistem informasi. Perkembangan terbaru dalam sistem terkomputerisasi mengubah struktur kekuatan dalam perusahaan.

  1. Tugas dalam pekerjaan

Sebuah tugas dalam pekerjaan akan berhubungan dengan tanggung jawab pekerjaan tersebut. Dalam hal ini TI mengubah tugas dalam pekerjaan dan kumpulan kemampuan. Tanggung jawab pekerjaan penting tidak hanya karena berkaitan dengan stuktur perusahaan, tetapi juga karena berkaitan dengan kepuasan karyawan, kompensasi, status, dan produktivitas. Berbagai perubahan dalam tanggung jawab pekerjaan terjadi ketika restrukturisasi proses bisnis dilakukan, dalam hal ini diperlukan kemampuan komputer dalam tingkat yang lebih tinggi untuk para pekerja dan perlunya pelatihan ulang.

  1. Jenjang karier karyawan

Peningkatan penggunaan TI dalam perusahaan secara signifikan dan dapat menimbulkan dampak tidak terduga atas jenjang karier. Telah banyak profesional berkeahlian tinggi yang telah mengembangkan kemampuan mereka melalui pengalaman selama bertahun-tahun, memiliki serangkaian posisi yang menghadapkan mereka pada situasi yang makin sulit dan rumit. Penggunaan e-learning dan tutorial inteligen dapat menjadi jalan pintas bagi pembelajaran ini karena memungkinkan pengangkapan dan pengelolaan penggunaan pengetahuan secara lebih efisien.

  1. Supervisi

Fakta bahwa pekerjaan seorang karyawan dilakukan secara online dan disimpan secara elektronik menimbulkan kemungkinan adanya supervisi elektronik yang lebih besar. Supervisi jarak jauh lebih banyak menekankan pada pekerjaan yang diselesaikan dan lebih sedikit berkaitan dengan hubungan personal serta politik kantor. Dalam hal ini internet memiliki potensi untuk meningkatkan supervisi jarak jauh.

  1. Pekerjaan manajer

Tugas yang paling penting bagi manajer adalah mengambil keputusan. TI dapat mengubah cara pengambilan keputusan dibuat, dan akibatnya juga mengubah pekerjaan para manajer. Bagi para manajer teknolog informasi memberi mereka waktu untuk keluar dari kantor dan masuk ke lapangan. Mereka juga dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk aktivitas perencanaan. Pengumpulan informasi untuk pengambilan keputusan kini dapat dilakukan secara lebih cepat melalui mesin pencari dari internet. TI mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi tahapan dalam proses pengambilan keputusan. TI juga dapat mengubah syarat kepemimpinan, contohnya komunikasi langsung yang biasanya dilakukan dapat digantikan oleh e-mail dan konferensi terkomputerisasi. Hal tersebut menyebabkan kualitas kepemimpinan yang berkaitan dengan kehadiran fisik akan berkurang. Kepemimpinan yang efektif dapat dianggap lebih berkaiatan dengan komunikasi berbasis komputer.

  1. ii) Dampak TI pada individu

Teknologi informasi menimbulkan berbagai dampak pada orang (individu) dalam pekerjaannya.

  1. Dampak Dehumanisasi dan Psikologis

Banyak orang merasa kehilangan identitas, atau dehumanisasi, akibat komputerisasi karena komputer mengurangi atau meniadakan elemen manusia yang hadir dalam sitem yang tidak terkomputerisasi. Teknologi seperti e-commerce memang bertujuan meningkatkan produktivitas, namun teknologi ternyata membawa pengaruh psikologis yang negatif seperti yang ditimbulkan oleh kehadiran internet yang memudahkan individu untuk bekerja di rumah atau berbelanja online melalui internet yang dapat dilakukan dengan mudah dan praktis di rumah, hal tersebut menimbulkan pengaruh isolasi yang besar bagi individu yang akan berkembang pada psikologis individu yang merasa kesepian dan depresi. Web juga dapat menyebabkan web addict pada individu sehingga mengabaikan aktivitas social individu tersebut.

  1. Kecemasan Informasi

Dampak negatif lain dari era informasi adalah kecemasan informasi, yaitu perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh kelebihan informasi. Seperti frustasi dengan ketidakmampuan untuk terus mengikuti jumlah data yang disajikan di kehidupan si individu tersebut.

  1. Tekanan Pekerjaan

Peningkatan beban pekerjaan dapat memicu tekanan pekerjaan. Walaupun komputerisasi telah memberi manfaat bagi perusahaan, namun komputerisasi juga menimbulkan peningkatan beban kerja bagi individu (karyawan), karyawan akan merasa kewalahan dan merasa tidak nyaman, hal tersebut berpengaruh negatif pada produktivitas karyawan tersebut.

  1. Video display, radiation exposure, penggunaan keyboard dalam waktu yang lama

Kontak ke terminal tampilan video (video display terminal) menimbulkan risiko terkena radiasi, yang berhubungan dengan kanker serta masalah kesehatan lainya. Penggunaan keyboard dalam waktu yang lama juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan individu seperti cedera otot, sakit punggung dan ketegangan otot lengan tangan serta jari.

 

 

iii) Dampak TI pada Masyarakat (sosial)

Teknologi informasi telah menguntungkan untuk masalah manusia dan sosial yang rumit, seperti diagnosis medis, instruksi dengan bantuan komputer, perencanaan program pemerintah, pengendalian kualitas lingkungan, dan penegakan hukum.

Beberapa manfaat TI untuk sosial, antara lain :

  1. Peluang bagi orang yang memiliki keterbatasan

Integrasi berbagai teknologi kecerdasan tiruan, seperti pengenal suara dan penglihatan ke dalam komputer terutama ke dalam sistem informasi berbasis web, dapat menciptakan peluang pekerjaan baru bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan. Kini, orang yang memiliki keterbatasan dapat mengetik menggunakan keyboard yang dioperasikan melalui suara, dan mereka yang tidak dapat berpergian dapat bekerja dari rumah.

  1. Perbaikan kualitas hidup

TI memiliki dampak signifikan atas kualitas hidup. Robot adalah hal yang makin umum dari dampak peningkatan kualitas hidup. Dengan diciptakannya robot perawat (nursebot) untuk rumah sakit, maupun robot-robot yang diciptakan untuk membantu aktivitas di pabrik-pabrik meningkatkan efisiensi organisasional. Dengan peningkatan efisiensi organisasional tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup sosial, seperti bertambahnya waktu luang bagi para pekerja, tempat kerja dapat diperluas dari bekerja berjam kerja seharian di sebuah lokasi terpusat menjadi 24 jam sehari dari lokasi mana saja.

  1. Peningkatan dalam perawatan

TI telah membawa perbaikan besar dalam pemberian perawatan kesehatan, seperti diagnosis yang lebih baik dan cepat, memperlancar penelitian dan pengembangan obat baru, hingga pengawasan yang lebih akurat untuk para pasien yang kritis.

  1. Memerangi kejahatan

TI dapat membantu memerangi kejahatan, seperti :

  1. Daerah Los Angeles memiliki program komputer canggih untuk melaporkan dan menelusuri lebih dari 150.000 anggota geng di daerah tersebut. Program ini secara signifikan telah mengurangi kejahatan oleh geng.
  2. Sejak tahun 1997, informasi mengenai pelaku kejahatan seksual telah tersedia di internet, hingga orang dapat berhati-hati mengenai apakah para pelaku yang dulu pernah dihukum tinggal di lingkungan kita.

2.4 Dampak Positif TI pada Organisasi (five force model)

Cara terbaik untuk menganalisis dampak teknologi informasi pada organisasi adalah dengan model kekuatan kompetitif. Organisasi menggunakan model Porter untuk menggembangkan strategi untuk menciptakan organisasi yang lebih kompetitif. Disini dapat kita lihat dampak positif yang ditimbulkan teknologi informasi pada organisasi.

1.The rivalry among existing firms in the industry

  • Menambah daya saing karena teknologi informasi meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi
  • Teknologi informasi dapat menjaga kemanan laporan dari suatu organisasi. Contoh : Menggurangi kemungkinan laporan suatu organisasi dapat dicuri
  • Tekonologi informasi meningkatkan akurasi
  • Dengan adanya TI, dapat meningkatkan employee satisfaction

2.The bargaining power of buyers

  • TI membantu untuk menjaga hubungan baik dengan buyer
  • TI dapat memberikan layanan kepada pelangan 24 jam

3.The bargaining power of Suppliers,

  1. TI membantu menjalin hubungan baik dengan supplier
  2. TI memudahkan organisasi untuk melakukan pencarian dan perbandingan supplier yang dapat menyediakan produk atau jasa yang lebih baik dan murah
  3. TI memudahkan proses pendistribusian informasi kepada supplier
  4. TI mempermudah organisasi untuk mencari supplier
  5. TI dapat digunakan untuk mengintegrasi supply chain dengan supplier

4.The threat of entry of new competitor

  1. TI memungkinkan organisasi menurunkan biaya produksi sehingga dapat menjual barang dengan harga lebih murah dari pada pesaing baru

5.The threat of substitute product or services

  1. TI memungkinkan diversifikasi produk

2.5 Dampak Negatif TI pada Organisasi (five force model)

Keterangan:

1.The rivalvy among existing firms in the industry

  1. Keberadaan TI yang bermanfaat meningkatkan daya saing masing-masing perusahaan dapat mengancam keberadaan suatu organisasi. Dalam kasus ini berlaku hokum alam, dimana yang kuat yang akan bertahan.

2.The bargaining power of buyers

  1. TI memungkinkan organisasi kehilangan pelanggannya karena dengan adanya internet pelanggan dapat melakukan pencarian dan perbandingan produk atau jasa secara online dengan mudah dan cepat.

3.The bargaining power of Suppliers

  1. TI memungkinkan organisasi kehilangan suppliernya karena dengan adanya internet supplier dapat melakukan pencarian dan perbandingan organisasi yang lebih mengguntungkan untuk melakukan kerjasama dengannya

4.The threat of entry of new competitor

  1. TI memungkinkan organisasi kalah bersaing dengan pesaing baru, karena dengan TI pesaing baru dapat melakukan pemasaran secara online tanpa harus membangun toko untuk pemasaran.

5.The threat of substitute product or services

  1. TI memungkinkan organisasi mengalami kerugian akibat adanya substitute product or service.

Contoh : Perusahaan rekaman yang mengalami kerugian akibat produknya yang berupa lagu tidak laku dipasaran karena TI memudahkan orang untuk mendownload langsung via internet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Teknologi informasi dan sistem informasi akan berkembang dengan cepat dan akan terus berkembang sampai masa depan. Penggunaan teknologi informasi dan sistem informasi akan semakin meningkat. Teknologi informasi membawa dampak positif dan negatif bagi organisasi, individu, maupun sosial masyarakat. Kegunaan akan teknologi informasi dapat dirasakan manfaatnya bila TI dikelola dengan cara yang baik dan bertanggung jawab. Apabila TI dapat dikelola dengan baik, TI dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam organisasi, individu, dan juga sosial masyarakat.

Perkembangan TI juga telah menciptakan komunitas virtual yang memungkinkan para pengguna yang memiliki kesamaan hobi dapat berkumpul, serta bertukar pikiran dan informasi tanpa harus bertatap muka secara langsung. Komunitas virtual dapat dikembangkan menjadi tempat melakukan transaksi elektronik yang menjadi peluang usaha baru bagi perusahaan atau individu.

 

 

 

 

 

MENDESIAN STRUKTUR DAN BAGAN ORGANISASI

A.Pengertian Struktur dan Bagan Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan rangka dari organisasi yang mencerminkan adanya pembagian dan pengelapan tuggas, unit-unit, baik secara partikal maupun horizintal pendelegasian wewenang tangung-jawab, kordinasi seta hubungan kerja antar bagian di dalam organisasi tersebut.

Bagan organisasi adalah gambar dari struktur organisasi yang dapat mempertegas alur hubungan kerja sama, koordinasi, dan informasi suatu stroktor organisasi.

 

B.Manfaat Dibentuknya (Tergambarnya) Bagan Struktur Organisasi

  1. Menunjang nama tiap manajer.
  2. Menunjukkan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
  3. Menunjuukkan siapa yang bertugas kepada departemen mana.
  4. Menunjukkan jenis macam departemen yang telah dibentuk.
  5. Memberitahukan nama pekerjaan dan “tempat” pegawai dalam organisasi.

 

C.Langkah-Langkah Menyusun Struktur Organisasi

Untuk menyusul struktur organisasi, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Menentukan dan memperjelas misi dan tujuan didirikannya organisasi tersebut.
  2. Memperkirakan dan menentukan kemungkinan serta aktivitas (kegiatan) yang dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya.
  3. Mengelompokkan kegiatan-kegiatan (pekerjaan) yang sama atau berkaitan kedalam bagian (departemen-departemen atau unit-unit) tertentu baik secara horizontal (kesamping) maupun vertikal (atas bawah)
  4. Memberi nama bagian-bagian tersebut dan kemungkinan siapa yang menduduki dengan berlandaskan pada spesifikasi jabatan atau persyaratan pekerjaannya.
  5. Menentukan hubungan kerjasama atau sistem menejemen (siapa yang menjadi pimpinan, bawahan, pengambil keputusan, memberi perintah/ wewenang, memberi laporan, dll) dalam organisasi.
  6. Membuat suatu bagan atau gambar dari struktur organisasi tersebut untuk memperjelas dan mempetegas alur aktivitasnya.

 

 

 

D.Pembagian (Pengelompokan) Kerja dalam Organisasi

Pembagian (pengelompokan) kerja kedalam fungsi-fungsi atau bagian unit tertentu antara organisasi komersil dan non komersil akan berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan antara lain karena perbedaan tujuan dan perbedaan aktivitas yang dilakukan. Bagian-bagian secara umum, antara lain:

  1. Fungsi/ bagian pemasaran
  2. Fungsi/ bagian produksi
  3. Fungsi/ bagian keuangan
  4. Fungsi/ bagian personalian
  5. Fungsi/ bagian reserach and development (r & d)

 

 

E.Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun Struktur Organisasi

Hal yang perlu di perhatikan dalam menyusun suatu struktur organisasi antara lain:

  1. Pembuatan struktur organisasi tersebut harus berpedoman pada tujuan organisasi itu sendiri.
  2. Besar kecilnya jumlah individu (karyawan), tenaga ahli serta fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh organisasi.
  3. Banyaknya bagian-bagian ke samping (sebaran) serta jenjang ke atas bawah (hirarki), hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan.
  4. Pengelompokan kegiatan-kegiatan (pekerjaan) harus disesuaikan dengan bagian-bagian yang dibuat untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

 

 

F.Macam-Macam Bentuk Struktur Organisasi

Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama.

1.Struktur Organisasi Garis

Struktur Organisasi Garis struktur Organisasi garis adalah struktur organisasi dimana direktur utama dianggap sebagai sumber kekuasaan tunggal dan segala keputusan (kebijakan).

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

  1. Adanya kesatuan perintah (komando) dapat menghindari adanya tumpang tindih.
  2. Koordinasi antar bagian mudah dilakukan
  3. Proses pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat
  4. Garis wewenang dari atasan ke bawahan jelas dan tegas.
  5. Rasa solidaritas dan disiplin kerja cukup tinggi
  6. Menghemat biaya

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :

  1. Karena keputusan pada satu orang maka jika kurang mampu akan menyebabkan terhambatnya aktivitas organisasi dan bahkan kehancuran bagi organisasi (perusahaan).
  2. Adanya kecendrungan atasan bertindak otoriter dan diktator
  3. Kreativitas dan perkembangan bawahan kurang
  4. Kecendrungan partisipasi bawahan kurang
  5. Kecendrungan hubungan atasan dan bawahan terkesan serius dan kaku.

Gambar struktur organisasi garis :

 

2.Organisasi garis dan Staf

Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung

 

Ciri :

1.Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung

2.Karyawan banyak

3.Organisasi besar

4.Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi:

  1. Personel lini
  2. Personel staf

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Ada pembagian tugas yang jelas

2)Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas

3)Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin

4)Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place

5)Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan

2)Proses decesion makin berliku-liku

3)Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage

4)Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya

Gambar struktur organisasi Lini dan Staf

 

 

3.Organisasi Fungsional

Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut

 

 

Ciri :

1.Organisasi kecil

2.Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli

3.Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas

4.Target yang hendak dicapai jelas dan pasti

5.Pengawasan dilakukan secara ketat

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Program tearah, jelas dan cepat

2)Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai

3)Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat

4)Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik

5)Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik

6)Solidaritas antar anggota yang tinggi

7)Moral serta disiplin keija yang tinggi

8)Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik

9)Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi

10)Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas

11)Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi

2)Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan

3)Insiatif perseorangan sangat dibatasi

4)Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu

5)Menekankan pada rutinitas tugas – kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang

6)Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit

7)Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi

8)Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan

Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut :

1.Lingkungan stabil

2.Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi

3.Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional

Gambar struktur organisasi Fungsional

 

 

4.Organisasi Lini dan Fungsional

Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/ presidium/plural executive” dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.

Ciri :

1.Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan

2.Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional

3.Pembagian kerja dan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon

4.Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas

5.Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hanya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan

6.Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif

7.Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama

8.Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Solodaritas tinggi

2)Disiplin tinggi

3)Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum

4)Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

5)Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat

6)Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan

7)Usaha kerjasama bawahan mudah digalang

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:

1)Kurang fleksibel dan tour of duty

2)Spesialisasi memberikan kejenuhan

3)Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota organisasi

4)Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain

5)Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja

6)Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas

Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi

Gambar struktur organisasi Lini dan Fungsional

 

 

5.Organisasi Komite

Organisasi komite adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen

Organisasi komite terdiri dari :

1.Executive Committe (Pimpinan komite)

yaitu para anggotanya mempunayi wewenang lini

2.Staff Committee

Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan

2)Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil

3)Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :

1)Proses decesion making sangat lamban

2)Biaya operasional rutin sangat tinggi

3)Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

Gambar struktur organisasi komite

 

 

 

 

6.Organisasi Matrik

Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu or¬ganisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikum¬pulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan

Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan

Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana wewenang horison¬tal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua atasan

Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor kepada manajer puncak

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :

Pada fleksibelitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur organisasi yang ada

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :

Manajer proyek tak bisa mengkoor¬dinir berbagai bagian yang berbeda hingga menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pclaksanaan perintah untuk masing-masing individu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka manajer proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya: dalam menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia Gambar struktur organisasi Matrix

 

 

  1. Macam-macan Bentuk Bagan Organisasi

Dalam setiap organisasi pastilah ada yang namanya struktur, yaitu bagan untuk menentukan penyusunan sebuah jabatan yang tertinggi sampai yang terendah maupun sama/sederajat. Di bawah ini adalah beberapa contoh umum dari beberapa bentuk struktur, diantaranya yaitu :

  1. a)      Bagan Horizontal

Dikatakan sebagai bagan horizontal karena bagan ini menuliskan tingkatan jabatannya kesamping. Seperti contoh gambar bagan dibawah ini.

Bagan Struktur yang berbentuk Horizontal
  1. b)      Bagan Vertikal

Bagan struktur ini adalah kebalikan dari bagan horizontal yang menyamping, tetapi bagan ini meluas kebawah. Semakin banyak jabatan dalam perusahaan maka struktur bagan ini akan semakin meluas ke bawah seperti contoh gambar bagan di bawah ini.

Bagan Struktur yang berbentuk Vertikal

c)      Bagan Piramid

Bagan ini adalah bagan yang paling mudah dibuat dari bentuk-bentuk bagan yang lain. Karena pada bagan ini berbentuk piramid, dimana urutan jabatan yang paling tertinggi di bagian yang paling atas (TOP). Dan yang jabatannya tidak terlalu rendah, diletakkan di bagian tengan bagan (middle). Dan jabatan yang papling rendah, di letakkan pada bagan yang paling bawah pula (low). Seperti contoh bagan struktur di bawah ini :

 

Bagan Struktur yang berbentuk Piramid

 

d)      Bagan Lingkaran

Bagan ini jarang sekali kita jumpai dalam pembentukan bagan struktur yang biasanya. Bagan ini berbentuk lingkaran, dimana setiap jabatan dengan jabatan lainnya itu membentuk sebuah lingkaran. Dan semakin banyak jabatan terbuat, maka semakin besar pula diameter pada bagan ini. Lihat contoh bagan lingkaran di bawah ini :

 

 

Dari bentuk-bentuk gambar bagan struktur di atas, terdapat pula bentuk-bentuk gambar bagan struktur lainnya pula seperti contoh-contoh gambar bagan di bawah ini :

Struktur organisasi Fungsional berbentuk Piramidal

 

Struktur organisasi Matrix

 

Struktur organisasi sirkular

 

Struktur organisasi berstaf berbentuk Piramidal

 

 

Struktur organisasi Garis berbentuk Piramidal

 

 

 

 

 

 

 

H.Macam-macam Hubungan dalam Struktur Organisasi

Sutarto, menjelaskan macam-macam hubungan antara satuan (bagian) dalam suatu organisasi :

  1. Hubungan hirarki/ hubungan instruksi, yaitu hubungan antara satuan organisasi atasan dengan bawahan yang berupa pemberian perintah dan tanggung jawab.
  2. Hubungan koordinasi, yaitu hubungan antara satuan-satuan organisasi yang ada dengan maksud untuk menjamin keselarasan aktivitas.
  3. Hubungan penunjang, yaitu hubungan langsung antara satuan penunjang dengan satuan organisasi lainnya dengan maksud untuk memperlancar aktivitas.
  4. Hubungan kontrol adalah hubungan langsung antara satuan kontrol dengan satuan organisasi lainnya dengan maksud untuk memeriksa apakah pelaksanaan aktivitas bejalan sesuai dengan ketentuanyang berlaku.
  5. Hubungan konsultasi, yaitu hubungan langsung antara satuan konsultasi atau para pejabat staff dengan satuan organisasi lainnya dengan maksud untuk memberikan bantuan keahlian dengan cara memberikan nasehat, saran atau pertimbangan.
  6. Hubungan informasi adalah hubungan langsung antara satuan-satuan organsasi yang ada dengan maksud untuk saling mencari dan menyampaikan bahan keterangan.

Faisal afifd, dkk. Menjelaskan ada 4 macam hubungan dalam struktur organisasi, yaitu :

  1. Hubungan garis, yaitu hubungan atasan bawahan, dimana pimpinan memiliki wewenang memberikan perintah pelaksanaan dan para pelaksana harus mengerjakan yang diperintahkan.
  2. Hubungan staff, yaitu hubungan informasi dan nasehat yang disampaikan oleh staff ahli
  3. Hubungan fungsional, yaitu hubungan instruksi atas pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berkenaan dengan satu atau sekelompok orang dan bagian tertentu.
  4. Hubungan horizontal, yaitu hubungan informasi kesamping antara individu-individu pada tingkat hirarki yang sama.